Setiap malam Jumat, suara langkah turun tangga terdengar dari rumah kos tua di Jalan Wijaya 13. Tapi langkah itu selalu berhenti di anak tangga ketujuh. Tidak pernah lebih.
Yuda, seorang detektif yang penasaran, menyamar sebagai penghuni kamar 03 untuk menyelidiki misteri itu.
Suara langkah mulai terdengar... Yuda berdiri di ambang pintu, menunggu... Langkah berhenti tepat di anak tangga ketujuh. Ia menyalakan senter dan melihat bayangan kecil.
Yuda menuruni tangga perlahan. Nafasnya tertahan. Ketika sampai di anak tangga ketujuh, ia bisa melihat dengan jelasβsosok itu adalah anak kecil... tanpa wajah.
"Siapa kamu?" bisik Yuda.
Bayangan itu mendekat... lalu meraih tangan Yuda. Seketika, penglihatan Yuda berubah menjadi kabur.
Yuda terbangun keesokan harinya di anak tangga ketujuh. Ia tidak bisa turun... tidak bisa naik. Kini langkah itu miliknya sendiri.
Yuda berjongkok di balik dinding dan mengamati dari celah pintu. Bayangan itu berdiri diam, lalu perlahan menaikkan kepalanya.
Ketika Yuda berbalik, tidak ada siapa-siapa. Tapi sebuah suara membisik di telinganya: "Giliranmu menjaga tangga..."
Dengan cepat, Yuda mengambil ponsel dan mulai merekam bayangan itu dari balik tembok. Kamera menangkap sosok anak perempuan berdarah berdiri terbalik di langit-langit.
Video itu muncul di HP orang lain... dengan wajah Yuda perlahan muncul di tengah layar. Tak bisa dihapus.
Yuda panik dan lari ke kamar 03, mengunci pintu rapat. Tapi lampu padam. Dari bawah pintu, bayangan mulai masuk...
Langkah kini berasal dari dalam kamarnya. Ia tidak sendiri. Tidak lagi.